Infertilitas Pria

Tempat diskusi masalah infertilitas pada Pria

89
4

Apakah masa subur pada pria juga bisa berakhir? Jika pada bunda berakhirnya masa fertil (usia subur) disebut menopause. Apakah pada pria juga ada usia tertentu dimana berakhirnya usia subur?


Jika menopause pada bunda ditandai dengan berakhirnya siklus haid. Lalu apakah tanda-tanda andropause pada pria? Pada pria, andropause akan menampakkan gejala setelah usia 50 tahun. Meski begitu, tidak semua pria akan mengalami gejala andropause. Banyak faktor sosial atau kebiasaan yang membuat seorang pria memiliki risiko mengalami andropause dini.
625d25e5e3d22 Sumber:balancedmedicalsolutions.com


Ada sebuah penelitian yang mencoba mencari tahu berapa persentase andropause. Penelitian berupa skrining tersebut dilakukan di Singapura, antara tahun 2007-2009. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 26,4 persen pria mengalami gejala-gejala andropause.


Apa penyebab andropause?


Istilah menopause pada pria umumnya digunakan untuk menggambarkan penurunan kadar hormon testosteron yang berkaitan dengan penuaan.


Perlu diketahui, testosteron pada pria mulai muncul pada usia remaja, berperan dalam perkembangan karakter fisik pria. Mulai dari rambut wajah, suara yang dalam, kekuatan otot, hasrat seksual yang kuat, serta perilaku kompetitif.


Testosteron diproduksi oleh testis. Seiring dengan usia yang menua, kadar testosteron dalam tubuh akan menurun secara alami. Tingkat testosteron secara bertahap akan menurun seiring pertambahan usia pria. Menurun sekitar 1 persen setahun saat pria masuk usia 30.


Meski begitu, beberapa kondisi medis juga dapat memicu terjadinya andropause dini pada pria. Misalnya kanker testis atau operasi pengangkatan testis (kebiri). Pasien dengan kanker prostat yang mendapatkan terapi anti testosteron juga akan mengalami penurunan kadar testosteron, sehingga mengakibatkan andropause.


Tanda-tanda andropause


Mirip dengan yang dialami wanita, andropause juga dapat menyebabkan berbagai gejala fisik dan psikis, meliputi:


  1. Hilangnya konsentrasi
  2. Mudah lelah
  3. Perubahan perilaku dan perubahan mood
  4. Depresi
  5. Hasrat seksual yang rendah
  6. Disfungsi ereksi alias impotensi
  7. Gejala lain seperti penurunan massa otot, gangguan memori, serta insomnia

Untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut diakibatkan oleh andropause, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan kadar hormon testosteron dalam darah.


Bagi Ayah Bunda yang tau gejala dan tanda-tanda lainnya yuk dishare juga..


Sumber: klikdokter.com


balasan terakhir: Tania  ·  Apr 21 pada 3:30 pm
116
5
Tania diposting Mar 4 pada 5:44 pm

Ciri-ciri pria tidak subur


Halo ayah bunda, saya tadi baca artikel tentang kesuburan pria. Karna saya tidak mau selalu disalahkan sama ayah, jadi saya coba cari tanda tandanya deh. Berikut ini adalah beberapa tanda pria tidak subur yang umum menunjukkan adanya kemungkinan infertilitas pada pria menurut Urology Health, di antaranya:


1. Adanya permasalahan pada fungsi seksual


Misalnya, susah untuk mencapai fase ejakulasi saat berhubungan badan, kuantitas atau volume dari cairan sperma sedikit, rendahnya hasrat untuk berhubungan seksual, hingga sulit mempertahankan ereksi.


2. Adanya gejala-gejala tidak normal pada penis atau testis


Hal ini dapat berupa rasa nyeri, bengkak, atau munculnya benjolan di area sekitar testis. Gejala tidak normal pada testis juga dapat menjadi tanda adanya infeksi penyakit tertentu.


3. Infeksi pada organ-organ saluran pernapasan yang terus berulang


Ciri-ciri pria tidak subur lainnya adalah adanya infeksi pada organ saluran pernapasan yang disebabkan baik oleh bakteri maupun virus. Kondisi ini juga ditandai dengan berkurangnya kemampuan dalam mencium bau.


4. Ukuran testis yang terlalu kecil


Ukuran testis juga bisa menjadi ciri-ciri pria tidak subur. Testis merupakan organ yang memproduksi sperma. Inilah sebabnya, kesehatan testis sangat penting untuk memastikan kondisi kesuburan pria. Testis kecil dapat mengindikasikan potensi masalah yang harus dieksplorasi oleh pihak medis.


5. Kuantitas sperma yang sedikit


Hal ini sangat berpengaruh pada kesuburan seorang pria Pasalnya, mempunyai jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan jumlah sperma normal akan menurunkan potensi dan kemungkinan sperma yang mampu meraih sel telur dan menghasilkan pembuahan.


Menurut Ayah bunda, apakah tanda-tanda tersebut benar. Thank you..


balasan terakhir: Amanda Astrillia  ·  Mar 8 pada 2:48 pm
63
7
Bocah Indonesia diposting Feb 24 pada 4:41 pm

Halo Ayah & Bunda,
yuk diskusi seputar masalah kesuburan, karena #SadarSubur itu penting. Hari ini kita akan diskusi seputar "Azoospermia". Apa sih azoospermia itu? Ayah & Bunda boleh share pengetahuan seputar azoospermia di sini. Bagi ayah bunda yang aktif dan selalu memberikan jawaban yang solutif akan admin berikan lencana dan sedikit voucher smile


balasan terakhir: RatnaSeria  ·  Mar 8 pada 10:24 am
91
6

Halo ayah bunda, saya baca-baca di blog muarapromil dan ketemu artikel ini. Menurut ayah bunda yang sudah pernah konsultasi. Apa yang dimaksud artikel ini benar?


Apa Penyebab Terjadinya Azoospermia?


Kebiasaan buruk

Kebiasaan ini meliputi banyak hal, dari berbagai aktifitas sehari-hari yang Anda lakukan. Seperti merokok, sering begadang, minuman keras, dan tidak suka berolahraga. Kebiasaan tersebut secara tidak langsung telah merusak jaringan sitem produksi sperma lho. Akibat adanya penyumbatan pada jaringan testis, maka produksi sel sperma jadi terhalang atau terhenti, sehingga timbullah keluhan Azoospermia atu nol sperma. Untuk itu, baiknya Anda hindari ini yah ayahhh ganteng.


Akibat pengaruh mesin atau radiasi

Perlu anda ketahui, bahwa sering menyetir mobil atau duduk terlalu lama di bagian mesin kendaran, ini ternyata dapat merusak sperma dan bahkan ada sebagian besar pria yang memiliki aktifitas tersebut sepermanya banyak yang mati, ini tentu juga salah satu hal yang dapat merusak sperma. Bukan hanya itu, namun bagi Anda yang sering meletakan handpone di saku celana dan sering meletakan leptop di pangkuan, ini juga sama dapat merusak sperma.


Aspek pemicu dari terdapatnya kendala ini merupakan sebab terdapatnya penyumbat pada saluran spermatozoa( azoospermia obstruksi), ataupun testis yang hadapi kegagalan dikala memproduksi spermatozoa( azoospermia non obstruksi). Kedua perihal tersebut ialah pemicu dari terbentuknya permasalahan azoospermia pada laki- laki yang dapat menimbulkan kemandulan, adanya penyumbatan tersebut, maka sistem reproduksi pria tidak dapat memproduksi sel sperma, sehingga tidak bisa menghasilkan sperma atau nol sperma.


Keturunan

Faktor dari keturunan juga bisa, jika ada keluarga atau sodara yang mengalami azoospermia. Maka, hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan terjadi pada Anda.


Obat-obatan tertentu

Dari berbagai obat yang anda konsumsi ini juga dapat mempengaruhi kesuburan sperma dan mempengaruhi sitem reproduksi, jika sistem reproduksi sperma terganggu, maka tubuh tidak bisa menghasilkan sel sperma atau azoospermia. Sama dengan Anda sedang menjalani pengobatan kanker, ini juga bisa jadi penyebanya karena sering minum obat.


Pembengkakan Pada Skrotum Atau Varikokel

Ini juga salh satu penyebanya, jika anda mengalami varikokel, maka secara tidak langsung itu juga berpengaruh pada sistem REPRODUKSI Anda dan mengakibatkan sumbatan yang menjadi penyebab azoospermia.


Ketidakseimbangan Hormon

Apabila anda mengalami hormon yang tidak seimbang, ini mempengaruhi proses peroduksi sperma juga. Jadi bukan hanya wanita saja yang harus seimbang hormonya, tapi suami juga. Agar hormon seimbang, lakukan gaya hidup sehat setiap hari.


Nah, itulah masalah umum yang dapat menyebabkan anda mengalami azoospermia atau faktor penyebab terjadinya azoospermia. Anda harus tahu dan bisa memahami itu, karena memang semua itu terjadi dan dilakukan tanpa kita sadari.


Mohon tanggapannya ayah bunda. Terima sayang sebelumnya, xixixii..


balasan terakhir: PritaPertiwi  ·  Feb 24 pada 4:46 pm
70
7

Berbagai Penyebab Infertilitas pada Pria


Infertilitas pria bisa terjadi ketika pria tidak bisa menghasilkan sperma dalam jumlah yang cukup, sperma berkualitas baik, atau tidak bisa menghasilkan sperma sama sekali (azoospermia).


Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti gangguan hormonal, kelainan fisik, dan masalah psikologisBerikut ini adalah berbagai penyebab infertilitas pria yang penting untuk Anda ketahui:


1. Gangguan tiroid


Hormon tiroid berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh dan kinerja organ reproduksi pria, termasuk produksi dan kualitas sperma.


Oleh karena itu, ketika hormon tiroid bermasalah, misalnya karena kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme) atau kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme), seorang pria bisa mengalami infertilitas.


2. Hiperprolaktinemia


Diperkirakan sekitar 10–40% kasus infertilitas pria disebabkan oleh hiperprolaktinemia atau kondisi ketika kadar hormon prolaktin dalam darah meningkat drastis hingga melebihi batas normalnya.


Kadar prolaktin yang terlalu tinggi dapat memengaruhi produksi sperma, hasrat untuk berhubungan seksual atau libido, hingga impotensi.


3. Hipogonadotropik hipopituitarisme


Hipogonadotropik hipopituiratisme adalah kondisi rendahnya produksi hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH) di kelenjar pituitari. Rendahnya produksi FSH dan LH dapat memicu terjadinya penurunan jumlah dan kualitas sperma, sehingga menimbulkan infertilitas pria.


4. Kelainan genetik


Kelainan genetik juga turut menjadi salah satu penyebab infertilitas pria. Kelainan ini bisa membuat organ reproduksi pria tidak bisa bekerja dengan baik atau terdapat masalah pada hormon seks pria (testosteron), sehingga berpengaruh pada produksi, pergerakan, dan kualitas sperma.


Beberapa penyakit akibat kelainan genetik yang dapat membuat seorang pria menjadi kurang subur atau mandul adalah hiperplasia adrenal kongenital, sindrom Klinefelter, dan sindrom Kallmann.


5. Panhipopituitarisme


Panhipopituitarisme adalah kondisi ketika kelenjar hipofisis atau pituitari di otak tidak dapat menghasilkan hormon dengan baik. Akibatnya, berbagai sistem organ di dalam tubuh dapat terganggu, termasuk organ reproduksi.


Pada pria, kondisi ini bisa menyebabkan infertilitas dan gangguan lain, seperti ukuran testis yang kecil, impotensi, pembesaran payudara, dan penurunan hasrat seksual.


6. Infeksi


Infeksi dan peradangan pada organ reproduksi pria bisa menyebabkan terjadinya infertilitas pria. Beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kemandulan pada pria adalah radang testis, radang prostat atau prostatitis, infeksi saluran kemih, hingga penyakit menular seksual, seperti HIV, gonore, dan sifilis.


7. Varikokel


Varikokel adalah kondisi melebarnya pembuluh darah dalam kantung zakar, sehingga menyebabkan kualitas dan kuantitas sperma terganggu. Hal ini yang menyebabkan sekitar 15–40 persen pria mengalami infertilitas.


8. Kelainan saluran sperma


Saluran sperma bisa mengalami kerusakan atau penyumbatan akibat cedera, infeksi, peradangan, hingga cacat bawaan lahir.


Kondisi tersebut bisa membuat sperma sulit atau tidak bisa dikeluarkan dari penis, sehingga tidak bisa membuahi sel telur. Akibatnya, pria yang mengalaminya akan mengalami gangguan kesuburan atau mandul.


9. Torsio testis


Torsio testis adalah kondisi ketika testis atau buah zakar terpelintir, sehingga aliran darah pada organ ini terganggu. Torsio testis bisa menimbulkan nyeri hebat pada testis secara tiba-tiba dan terkadang disertai pembengkakan skrotum atau kantung zakar.


Kondisi ini merupakan keadaan gawat darurat yang harus segera ditangani. Jika tidak, kondisi ini akan menyebabkan kerusakan pada testis dan infertilitas pria.


10. Ejakulasi retrograde


Infertilitas pria bisa disebabkan karena kelainan ejakulasi retrograde. Ejakulasi retrograde adalah kondisi ketika air mani tidak keluar melalui penis saat orgasme, tetapi justru masuk ke kandung kemih.


Pemicu terjadinya ejakulasi retrograde adalah komplikasi dari operasi prostat, kandung kemih, atau saluran kemih. Selain itu, kondisi juga bisa terjadi karena efek samping obat-obatan tertentu atau penyakit diabetes.


11. Masalah seksual


Infertilitas pria dapat terjadi karena masalah seksual seperti impotensi, ejakulasi dini, dan inkompetensi ejakulasi. Pria yang mengalami impotensi atau disfungsi ereksi akan kesulitan untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Pria yang mengalami impotensi juga bisa mengalami penurunan libido atau hasrat seksual.


Ejakulasi dini menyebabkan masalah kesuburan ketika ejakulasi terjadi sebelum penis benar-benar berada di dalam vagina. Sementara itu, inkompetensi ejakulasi merupakan kondisi yang membuat pria tidak mampu melakukan ejakulasi selama berhubungan seksual, tetapi dapat melakukannya saat masturbasi.


12. Kanker atau tumor


Berbagai penyakit kanker atau tumor, seperti tumor kelenjar pituitari di otak, kanker testis, dan tumor kelenjar adrenal, dapat memengaruhi organ reproduksi pria dan menimbulkan infertilitas pada pria.


Selain itu, efek samping pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi, juga bisa menimbulkan kemandulan pada pria.


13. Efek samping obat


Obat-obatan tertentu, khususnya yang digunakan dalam jangka panjang atau dosis tinggi, bisa menimbulkan efek samping berupa gangguan pada jumlah dan kualitas sperma sehingga menyebabkan infertilitas pria.


Beberapa contoh obat-obatan yang dapat menyebabkan efek samping berupa masalah kesuburan pada pria adalah kortikosteroid, terapi pengganti hormon, antipsikotik, dan obat-obatan terlarang, termasuk ganja dan kokain.


Selain berbagai penyebab di atas, infertilitas pria juga bisa disebabkan oleh komplikasi dari prosedur operasi tertentu, misalnya vasektomi, operasi hernia, operasi pada kantung zakar (skrotum) dan prostat, serta operasi testis.


Jika Ayah & Bunda pernah punya pengalaman melewati masalah tersebut. Yuk, share pengalaman di sini.


Sumber: Alodokter.com


balasan terakhir: Silvia Maharani  ·  Feb 15 pada 4:27 pm
7
38
0
Tindak lanjut
Sembunyikan pemberitahuan
Muat post otomatis
Semua postingan dalam topik ini akan Dihapus ?
Konsep tersimpan ... Klik untuk lanjut mengedit
Hapus Draft